Edinson Cavani Tak Lagi Nyaman Di PSG

Striker milik Paris Saint Germain (PSG), yaitu Edinson Cavani disebut-sebut sempat menarik perhatian public usai dirinya sempat mengutarakan niat tinggalkan timnya. Usai memberikan informasi soal niatnya ingin pergi, tak heran namanya membuat sejumlah nama-nama klub seperti Chelsea, Man United, dan Atletico Madrid tertarik menampungnya.

Penyebabnya tak lainnya adalah masalah menit bermain, Edinson Cavani mengakui jika dirinya kurang puas akan menit bermainnya di kompetisi musim 2019-2020. Dengan alasan ini pula, striker berusia 32 tahun ini hanya mendapatkan jatah sebanyak sembilan kali saja di ajang kompetisi Liga Prancis dan itu pun terjadi sering masuk sebagai pemain pengganti.

Menurut berita lainnya, Thomas Tuchel selaku pelatih utama PSG sendiri memang lebih sering memainkan Mauro Icardi dari pada Edinson Cavani. Dibalik keputusan Tuchel sudah tidak perlu ditanyakan lagi, sebab Icardi mampu tampil lebih baik dengan mencetak 17 gol dalm 21 pertandingan musim ini.

Pada catatan ini pula yang membuat sang arsitek lebih sering memainkan Icardi, dan ini yang membuat Edinson Cavani harus tersingkir dari tim utama Paris Saint Germain. Namun begitu, Thomas Tuchel senang karena Cavani bisa tetap tunjukan sikap profesionalnya.

“Edinson Cavani merasa tidak nyaman, saya pikir itu adalah salah satu sikap yang wajar dan biasa ditunjukan seorang pemain kepada klubnya. Namun begitu, saya hanya bisa berikan saran agar dia ma uterus bekerja keras jika ingin tempatnya kembali.”Ucap Thomas Tuchel.

Komentar

Affiliates With :