Chelsea Takluk 1-3 di Kandang Everton

Chelsea menelan pil pahit di dalam lawatannya ke kandang Everton di dalam laga lanjutan Premier League. Chelsea takluk dengan skor akhir 1-3.

Chelsea melawat ke kandang Everton pada matchday 16 Premier League. Chelsea melawan Everton yang baru saja memecat Marco Silva dan saat ini dilatih oleh Duncan Ferguson.

Di dalam laga yang berlangsung di Goodison Park pada hari Sabtu (7/12/2019) malam WIB, Chelsea sudah ketinggalan 0-1 ketika pertandingan berjalan 5 menit. Tim tuan rumah unggul melalui tandukan Richarlison.

Pada awal paruh kedua, Chelsea kembali kebobolan terlebih dulu setelah Everton mencetak gol melalui tendangan Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-49. Sempat memperkecil skor lewat Mateo Kovacic, Chelsea malah kembali kebobolan pada menit-menit akhir. Kesalahan di lini pertahanan Chelsea berakibat fatal. Calvert-Lewin kembali mengukir namanya di papan skor di menit ke-84 untuk membuat Chelsea semakin terbenam.

Hasil ini membuat The Toffees naik ke peringkat 14 dengan nilai 17 poin. Sementara itu The Blues tetap berada di posisi 4 dengan nilai 29 poin.

Start bagus dibuat Everton di dalam pertandingan ini. Laga baru berjalan 5 menit, Everton sudah memimpin 1-0. Djibril Sidibe melepaskan umpan silang dari sebelah kanan. Richarlison mengungguli Andreas Christensen dan menyundul bola untuk menaklukkan Kepa Arrizabalaga.

Gol Richarlison membuat Everton semakin ngotot. Everton pun terus melancarkan serangan kepada lini belakang Chelsea yang menguasai bola.

Everton mengancam lewat umpan panjang yang dikirim ke depan dan diterima Theo Walcott di sebelah kanan. Lantas Walcott melepaskan umpan mendatar ke muka gawang. Akan tetapi Richarlison tidak mampu menjangkau si kulit bundar.

Serangan Everton kembali membahayakan gawang Chelsea. Umpan terobosan Walcott mengarah ke Calvert-Lewin yang menusuk ke dalam kotak penalti. Lalu Calvert-Lewin melepaskan tendangan mendatar, namun masih bisa dihalau Arrizabalaga.

Kesalahan Michael Keane di lini pertahanan Everton hampir memberikan keuntungan buat Chelsea. Kontrol bola Keane tidak sempurna dan membuat Willian mencuri si kulit bundar. Beruntung buat Everton karena kerjasama Willian dan Tammy Abraham di dalam kotak penalti tidak membuahkan gol.

Kans untuk Chelsea. Willian bergerak dari sebelah kanan melepaskan diri dari penjagaan Lucas Digne untuk melepaskan umpan ke tiang dekat. Bola sempat mengenai kaki Abraham, akan tetapi tidak mengarah ke sasaran.

Chelsea kembali menebar ancaman ke lini belakang Everton. Christian Pulisic menusuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan umpan ke Mason Mount. Lantas Mount melepaskan sepakan dari dekat yang masih bisa diblok Mason Holgate.
Tim tamu hampir menciptakan gol. Pulisic menggiring bola ke dalam kotak penalti dari sebelah kiri dan coba melepaskan umpan ke Willian yang sudah menunggu di muka gawang. Lagi-lagi bola diblok pemain bertahan Everton.

Di babak kedua, Everton langsung bermain dengan agresif. Everton mendapatkan tendangan bebas di area berbahaya menyusul pelanggaran yang dilakukan Kurt Zouma ke Calvert-Lewin. Gylfi Sigurdsson mengirim bola ke dalam kotak penalti, namun sundulan kepala Calvert-Lewin melayang di atas gawang Chelsea.

Everton menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 di menit ke-49. Calvert-Lewin memenangkan duel udara dengan Christensen dan menguasai bola di dalam kotak penalti. Calvert-Lewin lantas melepaskan tendangan mendatar dengan kaki kanan untuk menaklukkan Arrizabalaga. VAR (Video Assistant Referee) sempat meninjau gol tersebut karena Calvert-Lewin diduga melakukan handball. Akan tetapi VAR memperlihatkan tidak ada handball dan Calvert-Lewin pun sah.

Everton kembali melancarkan serangan dan Richarlison mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan dari sebelah kiri. Kali ini sepakan Richarlison masih mengarah tepat kepada Arrizabalaga.

Chelsea memperkecil skor menjadi 1-2 di menit ke-52. Bermula dari serangan yang dibangun Chelsea, bola dihalau Digne. Bola yang dibuang itu pun mengarah kepada Kovacic di muka kotak penalti. Kovacic langsung melepaskan sepakan yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang Everton. Walaupun VAR sempat mengecek karena adanya dugaan terjadi offside kepada Abraham, tapi gol dinyatakan sah.

Everton kembali memberikan ancaman, kali ini melalui serangan balik. Walcott menggiring bola sampai ke kotak penalti dan melepaskan tendangan ke arah gawang. Namun Arrizabalaga masih bisa menghalau bola.

Sementara itu Chelsea terus mencari gol penyama. Hingga pertandingan berjalan satu jam, baru 2 tendangan ke gawang yang dilepaskan Chelsea. Tembakan Mount di dalam kotak penalti melenceng dari gawang.

Chelsea melancarkan serangan dari sebelah kiri dan Cesar Azpilicueta melepaskan umpan ke Mount. Akan tetapi bola tembakan Mount masih bisa dihalau Holgate di muka gawang. Bola rebound coba dimanfaatkan Azpilicueta, akan tetapi Jordan Pickford masih bisa menepisnya.

Saat memerlukan gol balasan, Chelsea malah membuat blunder yang berujung gol ketiga Everton di menit ke-84. Gol yang diciptakan Calvert-Lewin ini bermula dari kesalahan Arrizabalaga di dalam mengoper bola di wilayah pertahanan sendiri. Bola yang dioper Arrizabalaga malah mengarah kepada Walcott yang lantas memberikannya ke Calvert-Lewin. Lalu Calvert-Lewin mengopernya ke Tom Davies yang mendapatkan kawalan ketat dari pemain lawan. Bola liar lantas disambar Calvert-Lewin dan bergulir ke dalam gawang melewati sela kaki Arrizabalaga. 3-1 untuk Everton.

Chelsea berusaha menyerang pada menit-menit akhir. Umpan Azpilicueta diteruskan Pulisic dengan sundulan kepala. Tapi tandukan Pulisic masih terlalu lemah dan Pickford pun dengan mudah mengamankannya. (RS)

Komentar

Affiliates With :